Rochmad Nurul Hidayat

something isn’t special

untitled

Sebenernya bingung juga mau cerita apa di postingan kali ini. Ada beberapa hal yang menjadikan pelajaran buat author seiring dengan adanya postingan kali ini. Berawal dari keberangkatan author ke Jakarta beberapa waktu lalu yang sudah direncanain untuk tujuan masa depan dan tujuan yang lain, lebih tepatnya tujuan yang tidak terduga yaitu karena eyang putri meninggal dunia sehari sebelum author berangkat :(

Awalnya emang eyang udah berpesan pada author saat author masih di Jakarta “kenapa cepat cepat pulang?toh nanti juga kesini lagi kan hid?” Intinya eyang menginginkan author tidak perlu kembali ke Yogya. Berhubung ada kewajiban yang harus author jalani di Yogya dan tidak mungkin author tinggalkan maka mau tidak mau author harus kembali ke Yogya.

Beberapa hari setelah author di Yogya, banyak sms datang secara tiba tiba di hp author yang isinya memberikan kabar bahwa eyang sudah meninggal. Pada saat itu author sudah tida bisa apa apa lagi karena tiket yang author dapatkan jadwal keberangkatannya H+1 dari meninggalnya eyang. Perasaan bersalah menyelimuti diri author sepanjang perjalanan dari Yogya ke Jakarta.

Selain itu ada pelajaran yang berharga lainnya yaitu kesabaran author saat mengetahui permohonan “belajar” author di Jakarta belum disetujui pada waktu itu, alasannya karena ada teman author yang masih “belajar” di Jakarta yang belom bisa digantikan oleh author. Sebenernya kalo author tetap bertahan di Jakarta untuk tujuan “belajar” sama saja dengan perlahan lahan mengusir teman author yang sedang “belajar” secara halus. Secara pribadi author tidak ingin melakukan hal itu karena sama saja author melakukan pengusiran terhadap teman author, oleh karena itu author mengalah kepada teman author. Toh yang namanya orang mengalah tidak akan kalah *pesan yang biasanya disampaikan eyang putri kepada author :)

Sebelum pulang author sempet sharing sharing dengan sopir dari sodara author. Pak Yanto author memanggilnya. Tanpa author sadari bahwa ternyata Pak Yanto pernah menjadi network engineer yang bekerja pada salah satu perusahaan di Jakarta dan beliau juga pernah mengerjakan berbagai macam project dalam kurun 5 tahun terakhir ini. “saya enggak bermimpi kok mas bisa hidup di Jakarta, saya cuma berangkat dari orang kecil yang menginginkan maju untuk memenuhi kebutuhan keluarga, selain itu saya juga tidak bermimpi sebagai network engineer, bermimpi sebaga sopir dan sebagainya”

yah kata kata dari Pak Yanto yang penuh dengan kerendahan hati yang beliau sampaikan ke author. Jadi kisah kenapa Pak Yanto yang awalnya sebagai network engineer sekarang beliau menjadi sopir karena perusahaan tempat beliau bekerja dulu colabs dan banyak karyawan yang keluar. Berhubung usia beliau masih bisa memungkinkan sebagai network engineer jika apply di salah satu perusahaan, akan tetapi takdir berkata lain. Beliau sudah dianggap “terlalu” tua untuk bekerja sebagai network engineer. Dan pada akhirnya beliau bertemu dengan saudara author dan bekerja sebagai sopir pribadi untuk keluarga saudara author.

Author banyak belajar dari beliau mengenai pengalaman beliau sebagai network engineer. Author juga memetik hikmah dari kisah kisah beliau dalam tiap tiap project yang beliau handle. Sungguh sampai sekarang author tidak habis pikir sampai sebegitu besar pengorbanan beliau yang berangkat dari orang kecil, menjadi network engineer, dan akhirnya menjadi sopir. Kebetulan author juga berminat berkarir di bidang network akan tetapi pelajaran hidup dari beliau berikan kepada author membuka wawasan, pencerahan, kepada author agar tidak mudah menyerah, putus asa dan harus menjadi orang yang long strugling. Maka mulai dari postingan ini author post, Insya Allah perjuangan untuk mencapai masa depan masih panjang, tidak ada waktu untuk “main main”. Pesan dari Pak Yanto sebelum author kembali ke Yogya.

Mungkin itu pelajaran yang bisa author bawa pulang dan author jadikan sebagai bekal di masa depan. Jika terlalu singkat cerita author, author memohon maaf karena dirasa kurang memungkinkan jika author menceritakan secara rinci apa saja yang author alami, cerita dari Pak Yanto, dan sebagainya :)

September 5, 2009 - Posted by Rochmad Nurul Hidayat | coretan sederhana | | 1 Comment

1 Comment »

  1. turut berbela sungkawa, semoga eyang anda diampuni dosanya dan diterima semua amal ibadahnya…

    Comment by bay | September 5, 2009 | Reply


Leave a comment