Rochmad Nurul Hidayat

something isn’t special

April, 13

Tiga belas (13) angka yang dianggap angka sial oleh kebanyakan masyarakat barat. Dan anggapan itu juga sampai ke Indonesia yang menganggap 13 adalah angka pembawa sial. Apalagi April, 13 adalah bulan dan tanggal itu dianggap sebagai hari penuh kesialan yang menyebabkan orang orang merasa takut, was was dan merasa tidak tenang di hari itu.

Tidak hanya orang orang pada umumnya, saya sendiri juga takut dengan bulan dan tanggal itu. Tahun lalu tepatnya 13 April 2008 adalah masa masa yang kiritis, masa penentuan nasih masa depan. Hari itu adalah hari minggu, tepat sehari setelah kakak sepupu saya nikah. Jadi tahun lalu semua saudara saya datang dari jakarta untuk menghadiri acara pernikahan kakak sepupu yang berlangsung dari tanggal 11 – 12 April 2008. Dan setelah itu tanggal 13 April 2008 adalah hari yang penting bagi keluarga besar Almarhum R.Moehadi (nama eyang saya). Hari itu diadakan pertemuan keluarga besar. Saya sendiri juga diminta bantuan untuk mempersiapkan semuanya.

Waktu itu suasana was was, deg degan menyelimuti pikiran serta hati saya. Pertemuan itu membahas tentang rumah eyang yang belom pasti akan dijual atu tidak. Secara pribadi saya juga dilema jika ditanya apakah setuju jika rumah eyang dijual. Karena ada sisi positif dan negatif jika rumah itu dijual. Dan menurut saya rumah eyang adalah saksi bisu perjuangan keluarga besar seperti perjuangan eyang buyut, perjuangan eyang kakung dan eyang putri, perjuangan semua putra putri eyang. Dan bagi saya rumah itu adalah rumah yang bisa memberikan saya banyak pelajaran dari sejarah perjuangan eyang buyut, eyang kakung dan eyang putri dan semua putra putri eyang. Banyak yang dapat saya ambil sebagai pelajaran yang berharga dari kisah dibalik rumah itu. Dan menurut saya jika rumah eyang dijual maka nilai sejarah akan hilang.

Pertemuan keluarga yang dimulai sekitar jam 9 pagi itu merupakan saat saat dimana saya seperti mendapatkan tanggung jawab yang besar terhadap rumah eyang. Di tengah tengah pertemuan ada salah satu keluarga saya(budhe Lien) yang hendak ada keperluan mendadak meminta saya untuk mengantarnya. Jadi saya memohon izin untuk meninggalkan pertemuan sejenak. Kira kira sekitar menjelang dzuhur pertemuan itu selesai. Dan kebetulan juga saya sudah tiba di rumah eyang lagi. Sempat merasa penasaran, cemas terhadap keputusan keluarga.

Ketika saya hendak memarkir mobil di halaman luar rumah eyang, Pakdhe(kakak ibu yang tertua) memanggil saya dan memberikan saya pesan yang sampai sekarang saya masih ingat betul. Pesan pakdhe adalah “Hida, tolong jaga, rawat, lestarikan rumah eyang baik baik. Rumah ini adalah rumah bagi semua anggota keluarga R.Moehadi. Maka dari itu hida harus bisa jadi orang yang sukses, dan nantinya jika Allah memberikan jalan, Hida bisa membelikan rumah ini untuk keluarga.”

Sebenarnya bisa juga dikatakan bahwa rumah eyang adalah warisan. Akan tetapi menurut tata cara dan aturan pembagian warisan yang saya tahu jika salah satu anggota keluarga memiliki kemampuan untuk membeli rumah tersebut maka uang hasil pembelian rumah tersebut dibagikan sesuai hukum Islam dalam aturan mawaris pada setiap anggota keluarga.

Memang saya punya cita cita untuk bisa menyelamatkan rumah eyang dari tangan tangan usil. Dan saya ingin mengumpulkan semua keluarga R.Moehadi agar terbentuk silaturahmi yang baik antara semuanya. Maka dari itu tanggung jawab saya sebagai salah satu cucu eyang adalah menjaga dengan baik pesan eyang sebelum beliau meninggal tahun 1999. Eyang berpesan agar saya bisa menjadi sukses seperti Pakdhe Mus dan juga pesan eyang adalah di saat saya sukses nanti eyang ingin agar rumah eyang ini tetap ada, terawat dengan baik.

Saya sebagai manusia biasa hanya bisa berusaha dan berdoa selanjutnya Allah yang menentukan hasil dari semua usaha dan doa saya. Hari ini adalah setahun persis setelah pertemuan keluarga tersebut. Sekarang saatnya melanjutkan perjuangan bagi saya untuk menggapai cita – cita, harapan serta masa depan. Ya Allah bimbinglah hamba, serta berikan jalan bagi hamba dalam mewujudkan cita cita hamba, Amien…

April 13, 2009 - Posted by Rochmad Nurul Hidayat | coretan sederhana | | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment